KETERHUBUNGAN ANTAR GAGASAN
Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf
memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok
adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, dapat berupa kalimat inti
atau berupa pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan
informasi untuk gagasan pokok
BENTUK KEBERAGAMAN SUKU BANGSA, SOSIAL, DAN BUDAYA
Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap
dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Suku bangsa adalah
suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya
dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Bahasa nasional Negara Indonesia adalah bahasa
Indonesia
MANFAAT SIKAP PERSATUAN DAN KESATUAN
· Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang antar sesama
· Pergaulan antar sesama akan lebih rukun
dan akrab
· Terwujudnya sikap saling mencintai dan
saling membantu
· Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada
dengan penuh kesadaran
· Pembangunan nasional akan berjalan lebih
baik dan lancar
· Pelaksanaan gotong royong akan dapat
berjalan lancar
· Tercipta perdamaian
WUJUD PERSATUAN DAN KESATUAN
·
Melakukan
gotong royong bersama
·
Saling
menghormati satu sama lain
·
Saling
menghargai perbedaan yang ada
AKIBAT JIKA KITA TIDAK MENGHARGAI ADANYA PERBEDAAN
·
Terciptanya
lingkungan yang tidak aman dan nyaman
·
Setiap
orang saling membenci dan menyalahkan
·
Terjadinya
keributan
·
Tidak
terciptanya persatuan dan kesatuan
·
Tidak
adanya kerukunan antar warga
CARA MEWUJUDKAN SIKAP SALING MENGHARGAI PERBEDAAN
·
Berteman
dengan siapa saja
·
Saling
menghormati satu sama lain
·
Tidak
mengejek teman yang berbeda suku dan agamanya
·
Kerja
sama adalah usaha yang dilakukan beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama
BENTUK – BENTUK KERJASAMA DALAM KEBERAGAMAN
Kerja Sama dalam Keberagaman Agama
Misalnya : Membantu tetangga yang sedang mengadakan hajatan, membantu bapak – bapak dalam acara pemotongan hewan
kurban
Kerja Sama dalam Keberagaman Suku dan Budaya
Misalnya : Mengadakan kerja bakti membersihkan selokan, mengadakan musyawarah untuk mufakat
Kerja Sama di dalam Masyarakat
Misalnya : Ronda malam, kerja bakti gotong royong
Kerja Sama di Lingkungan Sekolah
Misalnya : Piket, kerja kelompok
MANFAAT MENENGHARGAI SIKAP KERAGAMAN
· Terciptanya kerukunan
· Saling menghargai dan menghormati satu
sama lain
· Terciptanya rasa saling membantu satu sama
lain
· Terciptanya persatuan dan kesatuan
BUNYI
Bunyi adalah bentuk energi yang dihasilkan oleh benda bergetar dan
dirambatkan oleh gelombang. Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Hal ini
dikarenakan adanya rapatan dan rengangan. Bunyi pun akan terdengar semakin keras
karena banyaknya rapatan dari pada renggangan. Benda – benda yang bergetar dan
menghasailkan bunyi disebut sumber bunyi
SYARAT TERJADINYA BUNYI
·
Adanya
benda bergetar (sumber bunyi)
·
Adanya
medium/zat yang merambatkan bunyi
·
Adanya pendengaran yang baik
SIFAT – SIFAT BUNYI
Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair dan gas. Akan tetapi bunyi
tidak dapat merambat pada ruang hampa udara. Bunyi yang merambat melalui benda
padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat
melalui udara
·
Contoh
bunyi yang merambat melalui udara : Kita dapat mendengar suara orang berbicara
dan burung berkicau karena getaran suara itu masuk ke telinga kita,suara
lonceng, suara gema yang ada disekitar kita
·
Contoh
bunyi yang merambat melalui zat cair : Suara lumba – lumba yang tertangkap
radar kapal. Sifat bunyi yang dapat merambat melalui
zat cair dimanfaatkan oleh tim SAR untuk mencari dan menolong kecelakaan yang
terjadi di tengah lautan. Adanya sifat itu, komunikasi antara orang yang ada di
atas kapal dan penyelam dapat dilakukan sehingga pencarian korban dapat
berjalan lancar
·
Contoh
bunyi yang merambat melalui benda padat. Saat menempelkan telinga di rel kereta api, maka suara roda kereta api yang
masih berjarak belasan km akan terdengar cukup jelas. Frekuensi atau kerapatan
bunyi adalah banyaknya getaran dalam satu detik. Nada adalah bunyi dengan
frekuensi teratur. Contoh : bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat musik seperti
gitar, piano, seruling, dan harmonika
Desah adalah bunyi dengan frekuensi tidak teratur. Contoh : suara orang
saat berbicara, ombak, bunyi hujan, bunyi angin, dan bunyi keramaian di pasar.
Pada nada juga ada perbandingan antara nada satu dengan yang lain yang sering
disebut interval nada. Sedangkan tangga nada adalah sederetan nada dengan
frekuensi tinggi / rendah yang tersusun berurutan
Dalam nada juga ada warna bunyi ( timbre ) yang merupakan dua nada dasar
yang memiliki frekuensi sama tapi terdengar berbeda. Getaran gerakan
bolak-balik yang ada di sekitar titik keseimbangan di mana kuat lemahnya
dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan
Satu getaran frekuensi adalah satu kali gerak bolak-balik penuh. Satuan frekuensi adalah Hz. Amplitudo adalah jarak terjauh
simpangan dari titik keseimbangan
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
a.
Bunyi
infrasonik : bunyi yang mempunyai frekuensi kurang
dari 20 hertz (Hz). Bunyi ini dapat didengar oleh, anjing, jangkrik, dan kuda
b.
Bunyi
audiosonik = bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz. Bunyi ini
dapat didengar oleh manusia
c.
Bunyi
ultrasonik = bunyi yang mempunyai frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ini
dapat didengar oleh kelelawar dan lumba-lumba
Gelombang ultrasonik pun kini sering di gunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Karena memiliki banyak keuntungan dan kemudahannya.
Manfaatnya antara lain :
a.
Mencampur
logam agar rata
b.
USG (
Ultra Sono Grafi ) untuk mendeteksi penyakit dan janin dalam kandungan
c.
Meneliti
ketebalan logam
d.
Mengatahui
kebocoran pipa
PEMANTULAN BUNYI
Berdasarkan jarak antara dinding pantul dan sumber bunyi, pemantulan bunyi
dibedakan menjadi 3, yaitu
:
a.
Pemantulan
yang memperkeras bunyi asli
b.
Gaung
atau kerdam
c.
Gema
TELINGA
Pada lubang telinga bagian luar terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi
untuk menyaring kotoran yang masuk dari luar, misalnya debu. Kotoran yang
tersaring dan kelenjar keringat yang mengering di sekitar rambut halus telinga
bagian luar membentuk kotoran telinga. Jenis kotoran telinga ada yang kering,
dapat keluar sendiri dari lubang telinga dan kotoran yang basah, yang umumnya
akan lebih lengket pada kulit telinga
CARA MERAWAT TELINGA
a.
Bersihkan
bagian luar telinga secara teratur dengan menggunakan kapas yang bersih
b.
Jangan
mengorek-ngorek telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan makin
hari akan menumpuk
c.
Jika
ada suara memekakkan telinga, segera tutup kedua lubang telinga agar gendang
telinga tidak rusak
d.
Jika
kotoran telinga banyak, pergilah ke dokter THT untuk dibersihkan
Telinga bisa mengalami kelainan maupun terserang penyakit jika tidak
dirawat dengan baik. Beberapa macam kelainan pada telinga yaitu :
A. TULI : Tuli adalah ketidakmampuan telinga untuk mendengarkan suara.
Tuli dapat disebabkan oleh :
1. Kerusakan pada gendang telinga
2. Tersumbatnya ruang telinga
3. Rusaknya saraf pendengaran
4. Pada orang usia lanjut disebabkan oleh kakunya gendang telinga dan
kurang baiknya hubungan antar tulang pendengaran.
Pada umumnya tuli tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penderita tuli yang
tidak parah dapat ditolong dengan menggunakan alat bantu dengar (hearing aid)
B. CONGEK : Congek adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan
infeksi telinga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar